Pasien TC RS Harapan Keluarga

Sebelumnya pasien (Tn. Iqbal) ditangani dan dirawat di rumah sakit lain setelah mengalami cedera kepala akibat terjatuh dari ketinggian 4 meter di tempat pasien bekerja. Namun akhirnya Pihak perusahaan tempat pasien bekerja meminta pasien tersebut di rujuk ke RS Harapan Keluarga.

Saat masuk IGD RS Harapan Keluarga kondisi pasien tidak sadar (GCS 4) dan otak mengeluarkan nanah, pasien dirawat di ICU, dan kemudian langsung di lakukan operasi pemasangan selang oleh dokter spesialis bedah saraf (dr. Tunggul Marpaung, SpBS) di otak untuk mengalirkan darah nya (external ventrikel drainase) dan setelah dilakukan tindakan ini pasien di pasang alat bantu nafas (ventilator).

Setelah di rawat di ICU selama 18 hari dengan bantuan alat bantu nafas, kemudian cairan darah dari otak berubah menjadi jernih, pasien diharuskan dilakukan tindakan lanjutan dengan pemasangan VP- Shunt (selang permanen di dalam otak) bersamaan dengan dilakukannya tracheostomi (melubangi tenggorokan) agar tidak terjadi retensi sputum karena akibat pemasangan ventilator lama. Setelah kurang lebih 2 minggu kesadaran pasien berangsur membaik, dan pasien diperbolehkan pulang dengan kondisi pasien sadar namun pasien diharuskan control secara teratur

Pasien kembali mendapatkan penanganan intensif di RS Harapan Keluarga diarena kondisi pasien lama berbaring (belum dapat menggerakan anggota tubuh), maka mengakibatkan dahak sulit keluar dari saluran nafas, lalu dokter spesialis paru RS Harapan Keluarga melakukan tindakan bronchoscopy untuk mengeluarkan cairan dahak tersebut. Selama perawatan di RS Harapan Keluarga pasien di tangani oleh beberapan dokter spesialis antara lain, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis saraf (neurology), dokter spesialis anastesi, dokter penyakit dalam, dokter gizi klinik, dan dokter spesialis paru.